Bank is New edition for money much in new big to send you
Monday, September 29, 2008
Monday, September 8, 2008
Koperasi Pekerja Intel Berhard

Tomorow day To provide our members value-added services and business
ownership in a working environment, you can see Koperasi Pekerja Intel Berhard
Sunday, September 7, 2008
Information and Liputan From Mandiri Bank
Labels: Mandiri Bank
Bank of America (NYSE: BAC)

Bank Of America can make you Request paperless statements securely online, and you’ll enjoy easy organization of your account statements, reduce the possibility of mail fraud or identity theft, and help the environment.
Labels: bac
Saturday, September 6, 2008
KOSPINJASA

Seperti Simpanan Hari Koperasi (Harkop) diminati sebanyak 4.761 orang dengan jumlah simpanan sebesar Rp 284.958.505.905. Jumlah tersebut secara keseluruhan memang mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan tahun 2007 yang mencapai Rp 291.615.915.905. Namun dari jumlah penyimpan mengalami kenaikan yakni 444 orang. “Penurunan angka simpanan Harkop dikarenakan beberapa anggota maupun calon anggota juga mengikuti program ataupun produk lainnya di Kospin JASA seperti Safari dan Pundi Arta. Artinya ada sebagian kecil yang dialihkan pada produk Jasa lainnya. Dari segi penyimpan tentunya hal yang menggembirakan, mengingat dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Dengan kata lain kesadaran masyarakat untuk menabung cukup besar.”
Labels: KOSPINJASA
Wednesday, September 3, 2008
PT. Bank Perkreditan Rakyat Giri Sariwangi
Ayo Ke BankKantor Pusat:
Jalan Raya Kerobokan Nomor 8B Kuta-Badung
Bali - Indonesia 80361
Telp: (0361) 7427165,423740
Fax : (0361) 423740
BPR Lokal Pilihan Terpercaya di Bali
Selamat Datang di situs kami...
Situs ini kami maksudkan untuk menjalin hubungan komunikasi yang akrab dengan masyarakat umum khusunya para nasabah PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Giri Sariwangi. Sekaligus memperkenalkan PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Giri Sariwangi sebagai Lembaga Keuangan Mikro yang dapat menghimpun dana masyarakat dan memberikan pinjaman modal kerja maupun kebutuhan pinjaman konsumtif bagi masyarakat. Situs ini muncul sebagai perwujudan dari komitmen dan visi kami untuk “Menjadi BPR yang bermanfaat, tangguh,terpercaya dan mengutamakan kepuasan Nasabah".
Bank Perkreditan Rakyat Giri Sariwangi yang dikenal dengan BPR Gisawa bergerak dalam usaha perbankan, secara konvensional melayani Tabungan, Deposito dan Kredit. Pelayanan yang lebih baik dari kami menjadi prioritas utama agar setiap nasabah merasa menjadi bagian dari BPR Giri Sariwangi. Untuk memudahkan pelayanan kepada nasabah dan lebih menjangkau daerah lain maka kami juga merencanakan untuk membuka jaringan kantor baru.
Tugas “mendidik” masyarakat agar memiliki kesadaran akan perbankan, barangkali untuk jaman sekarang kelihatannya cukup menggelikan. Pada berbagai kesempatan, selalu diadakan penerangan kepada masyarakat akan arti pentingnya Perbankan bagi kehidupan perekonomian masyarakat. Hasil dari pendekatan yang dilakukan langsung memberikan dampak yang nyata bagi kami. Para pedagang pasar, pemilik warung, pegawai negeri maupun swasta dan para wirausahawan mulai berdatangan untuk menjadi nasabah. Apalagi setelah masyarakat menyadari bahwa menjadi nasabah sebuah bank jauh lebih aman dan menguntungkan dibandingkan berbisnis dengan rentenir yang bunganya mencekik.
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Giri Sariwangi terus menyempurnakan produk dan pelayanan secara kontinyu untuk memberikan pengalaman interaksi yang terbaik bagi nasabah. Kunjungi dan dapatkan pelayanan prima produk Tabungan, Deposito dan Kredit UKM hanya di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Giri Sariwangi.
Aman, nyaman dan menguntungkan dalam rangkulan kami
Tuesday, September 2, 2008
SID (Sistem Informasi Debitur)
Sistem Informasi Debitur yang diberikan Bank Indonesia kepada Bank Umum dan Swasta cukup Memberikan perkembangan yang baik dalam menangani kredit macet bank.
Bank
Bank
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bank adalah sebuah tempat di mana uang disimpan dan dipinjamkan.
Menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidur rakyat banyak.
Dari pengertian di atas dapat dijelaskan secara lebih luas lagi bahwa bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan.
Fungsi utama dari bank adalah menyediakan jasa menyangkut penyimpanan nilai dan perluasan kredit. Evolusi bank berawal dari awal tulisan, dan berlanjut sampai sekarang di mana bank sebagai institusi keuangan yang menyediakan jasa keuangan. Sekarang ini bank adalah institusi yang memegang lisensi bank. Lisensi bank diberikan oleh otoriter supervisi keuangan dan memberikan hak untuk melakukan jasa perbankan dasar, seperti menerima tabungan dan memberikan pinjaman.
Kata bank berasal dari bahasa Italia banca atau uang. Biasanya bank menghasilkan untung dari biaya transaksi atas jasa yang diberikan dan bunga dari pinjaman.
Daftar isi[sembunyikan] |
[sunting] Sejarah Perbankan
[sunting] Asal Mula Kegiatan Perbankan
Sejarah mencatat asal mula dikenalnya kegiatan perbankan adalah pada zaman kerajaan tempo dulu di daratan Eropa. Kemudian usaha perbankan ini berkembang ke Asia Barat oleh para pedagang. Perkembangan perbankan di Asia, Afrika dan Amerika]] dibawa oleh bangsa Eropa pada saat melakukan penjajahan ke negara jajahannya baik di Asia, Afrika maupun benua Amerika. Bila ditelusuri, sejarah dikenalnya perbankan dimulai dari jasa penukaran uang. Sehingga dalam sejarah perbankan, arti bank dikenal sebagai meja tempat penukaran uang. Dalam perjalanan sejarah kerajaan tempo dulu mungkin penukaran uangnya dilakukan antar kerajaan yang satu dnegan kerajaan yang lain. Kegiatan penukaran ini sekarang dikenal dengan nama Pedagang Valuta Asing (Money Changer). Kemudian dalam perkembangan selanjutnya, kegiatan operasional perbankan berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang atau yang disebut sekarang ini kegiatan simpanan. Berikutnya kegiatan perbankan bertambah dengan kegiatan peminjaman uang. Uangyang disimpan oleh masyarakat, oleh perbankan dipinjamkan kembali kepada masyarakatyang membutuhkannya. Jasa-jasa bank lainnya menyusul sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.
[sunting] Sejarah Perbankan di Indonesia
Sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda. Pada masa itu terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda. Bank-bank yang ada itu antara lain:
- De Javasce NV.
- De Post Poar Bank.
- De Algemenevolks Crediet Bank.
- Nederland Handles Maatscappi (NHM).
- Nationale Handles Bank (NHB).
- De Escompto Bank NV.
Di samping itu, terdapat pula bank-bank milik orang Indonesia dan orang-orang asing seperti dari Tiongkok, Jepang, dan Eropa. Bank-bank tersebut antara lain:
- Bank Nasional indonesia.
- Bank Abuan Saudagar.
- NV Bank Boemi.
- The Chartered Bank of India.
- The Yokohama Species Bank.
- The Matsui Bank.
- The Bank of China.
- Batavia Bank.
Di zaman kemerdekaan, perbankan di Indonesia bertambah maju dan berkembang lagi. Beberapa bank Belanda dinasionalisir oleh pemerintah Indonesia. Bank-bank yang ada di zaman awal kemerdekaan antara lain:
- Bank Negara Indonesia, yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 yang sekarang dikenal dengan BNI '46.
- Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. Bank ini berasal dar De Algemenevolks Crediet Bank atau Syomin Ginko.
- Bank Surakarta Maskapai Adil Makmur (MAI) tahun 1945 di Solo.
- Bank Indonesia di Palembang tahun 1946.
- Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan.
- Indonesian Banking Corporation tahun 1947 di Yogyakarta, kemudian menjadi Bank Amerta.
- NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946.
- Bank Dagang Indonesia NV di Samarinda tahun 1950 kemudian merger dengan Bank Pasifik.
- Bank Timur NV di Semarang berganti nama menjadi Bank Gemari. Kemudian merger dengan Bank Central Asia (BCA) tahun 1949.
Di Indonesia, praktek perbankan sudah tersebar sampai ke pelosok pedesaan. Lembaga keuangan berbentuk bank di Indonesia berupa Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bank Umum Syari'ah, dan juga BPR Syari'ah (BPRS).
Masing-masing bentuk lembaga bank tersebut berbeda karakteristik dan fungsinya.
[sunting] Sejarah Bank Pemerintah
Seperti diketahu bahwa Indonesia mengenal dunia perbankan dari bekas penjajahnya, yaitu Belanda. Oleh karena itu, sejarah perbankanpun tidak lepas dari pengaruh negara yang menjajahnya baik untuk bank pemerintah maupun bank swasta nasional. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat sejarah bank-bank milik pemerintah, yaitu:
- Bank Sentral
Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI) berdasarkan UU No 13 Tahun 1968. Kemudian ditegaskan lagi dnegan UU No 23 Tahun 1999.Bank ini sebelumnya berasal dari De Javasche Bank yang di nasionalkan di tahun 1951. - Bank Rakyat Indonesia dan Bank Expor Impor
Bank ini berasal dari De Algemene Volkscrediet Bank, kemudian di lebur setelah menjadi bank tunggal dengan nama Bank Nasional Indonesia (BNI) Unit II yang bergerak di bidang rural dan expor impor (exim), dipisahkan lagi menjadi:
-
- Yang membidangi rural menjadi Bank Rakyat Indonesia dengan UU No 21 Tahun 1968.
- Yang membidangi Exim dengan UU No 22 Tahun 1968 menjadi Bank Expor Impor Indonesia.
- Bank Negara Indonesia (BNI '46)
Bank ini menjalani BNI Unit III dengan UU No 17 Tahun 1968 berubah menjadi Bank Negara Indonesia '46. - Bank Dagang Negara(BDN)
BDN berasal dari Escompto Bank yang di nasionalisasikan dengan PP No 13 Tahun 1960, namun PP (Peraturan Pemerintah) ini dicabut dengan diganti dengan UU No 18 Tahun 1968 menjadi Bank Dagang Negara. BDN merupakan satu-satunya Bank Pemerintah yangberada diluar Bank Negara Indonesia Unit. - Bank Bumi Daya (BBD)
BBD semula berasal dari Nederlandsch Indische Hendles Bank, kemudian menjadi Nationale Hendles Bank, selanjutnya bank ini menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV dan berdasarkan UU No 19 Tahun 1968 menjadi Bank Bumi Daya. - Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo)
- Bank Pembangunan Daerah (BPD)
Bank ini didirikan di daerah-daerah tingkat I. Dasar hukumnya adalah UU No 13 Tahun 1962. - Bank Tabungan Negara (BTN)
BTN berasal dari De Post Paar Bank yang kemudian menjadi Bank Tabungan Pos tahun 1950. Selanjutnya menjadi Bank Negara Indonesia Unit V dan terakhir menjadi Bank Tabungan Negara dengan UU No 20 Tahun 1968. - Bank Mandiri
Bank Mandiri merupakan hasil merger antara Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dan Bank Expor Impor Indonesia (Ban Exim). Hasil merger keempat bank ini dilaksanakan pada tahun 1999.
[sunting] Tujuan jasa perbankan
Jasa bank sangat penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Jasa perbankan pada umumnya terbagi atas dua tujuan. Pertama, sebagai penyedia mekanisme dan alat pembayaran yang efesien bagi nasabah. Untuk ini, bank menyediakan uang tunai, tabungan, dan kartu kredit. Ini adalah peran bank yang paling penting dalam kehidupan ekonomi. Tanpa adanya penyediaan alat pembayaran yang efesien ini, maka barang hanya dapat diperdagangkan dengan cara barter yang memakan waktu.
Kedua, dengan menerima tabungan dari nasabah dan meminjamkannya kepada pihak yang membutuhkan dana, berarti bank meningkatkan arus dana untuk investasi dan pemanfaatan yang lebih produktif. Bila peran ini berjalan dengan baik, ekonomi suatu negara akan menngkat. Tanpa adanya arus dana ini, uang hanya berdiam di saku seseorang, orang tidak dapat memperoleh pinjaman dan bisnis tidak dapat dibangun karena mereka tidak memiliki dana pinjaman.
[sunting] Perusahaan Pemegang Sepuluh Besar Bank Berdasarkan Keuntungan di Tahun 2003 (Dalam Dolar AS)
- Citigroup — 20 milyar
- Bank of America — 15 milyar
- HSBC — 10 milyar
- Royal Bank of Scotland — 8 milyar
- Wells Fargo — 7 milyar
- JPMorgan Chase — 7 milyar
- UBS AG — 6 milyar
- Wachovia — 5 milyar
- Morgan Stanley — 5 milyar
- Merrill Lynch — 4 milyar
Labels: Bank
Bank
Bank is powerless to rescue housing
six months of falling prices, a rising tide of repossessions and the prospect of millions of families slipping into negative equity, the Governor of the Bank of England, Mervyn King, said yesterday that there was little the authorities could do to prevent a housing crash, if that is what the market demanded.During a press conference to launch the bank's Inflation Report, Mr King said: "It's hard to judge where prices may go... We are in a period where prices are adjusting to new levels. Buyers and sellers are struggling to find out what that new level is. The market will determine it, not us or the Government. Once we have reached that level then prices should normalise. But that does not mean back to levels seen early last year that were clearly excessive."
His remarks stand in stark contrast to ministers who say they are searching for ways to "rescue" the housing market, most notably through measures such as a "holiday" for stamp duty and an extension of the Bank of England's special liquidity scheme.
Reports yesterday suggested that the Chancellor, Alistair Darling, is considering ordering the Bank to extend the scheme, making it easier for the high-street banks to lend. While the Bank is committed to what might be called a "son of SLS", officials have always made it publicly clear that the SLS was never intended to "kick-start" the mortgage market.
Yesterday, Mr King reiterated that stance, voicing considerable opposition to any move that would in effect result in the state funding the mortgage market. "Funding is not something the central bank can supply ... It would be a very dangerous move to move to a situation where the Government saw its major role as guaranteeing lending," Mr King said.
"Why should the taxpayer take on the risk of borrowing by individual borrowers, some of whom are risky? It's the lenders who should take on the risk. Pretending there's a magic solution is not the answer."
Mr King stressed that it was no longer liquidity in the banking system that was the major issue in mortgage funding and other lending, but the capital adequacy and lending policies of individual institutions.
He said: "The Bank can't provide funding to finance investment. That has to come from mobilising savings in the economy at home or abroad to fund investment: that's what the financial sector is there to do." Mr King's scepticism echoes that in the recent interim review of the mortgage market by the banker Sir James Crosby for the Treasury.
Sir James, a former HBOS chairman, wrote to Mr Darling: "I may yet recommend that the Government should not intervene in the market, on the grounds that such intervention would create more problems than it would solve."
The Bank also painted a gloomy picture for the construction industry as a result of the correction in the housing market and the general slowdown in the economy, predicting that, if housing starts remain at their present depressed level, that could reduce economic growth by between a quarter and a half percentage point.
But the Governor also highlighted the way the credit crunch has left some people relatively unscathed in terms of the cost of borrowing.
"It's the riskier borrowers who are finding it more expensive," he said. "That's where the credit crunch is hitting. It hasn't had an enormous impact on those people who are much safer borrowers. That's what you would expect.
"We are moving from the imprudent period of excessive lending back to a period now of much more cautious lending."
Labels: Bank
Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya.
Berdasarkan pengertian tersebut, yang dapat menjadi anggota koperasi yaitu:
- Perorangan, yaitu orang yang secara sukarela menjadi anggota koperasi;
- Badan hukum koperasi, yaitu suatu koperasi yang menjadi anggota koperasi yang memiliki lingkup lebih luas.
Pada Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 27 (Revisi 1998), disebutkan bahwa karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain, yaitu anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Umumnya koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, di mana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang diambil koperasi. Pembagian keuntungan koperasi (biasa disebut Sisa Hasil Usaha atau SHU) biasanya dihitung berdasarkan andil anggota tersebut dalam koperasi, misalnya dengan melakukan pembagian dividen berdasarkan besar pembelian atau penjualan yang dilakukan oleh si anggota.
Labels: Koperasi

